PERPUTARAN uang kartal atau fisik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 disebut mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.
Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat, selama periode 1 hingga 31 Desember 2025 tercatat perputaran jumlah uang kartal di wilayah itu sebesar Rp1,34 triliun.
“Perputaran uang kartal selama masa libur Nataru 2025/2026 ini justru turun 20,6 persen dibanding periode Nataru 2024/2025 lalu yang sebesar Rp 1,69 triliun,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Darmadi Sudibyo, Senin 5 Januari 2026.
Sri menuturkan perputaran uang kartal ini bisa dipengaruhi tiga hal. Antara lain peningkatan transaksi non-tunai, pembayaran bantuan sosial pemerintah, dan juga jumlah wisatawan.
“Selama periode libur Nataru kali ini kami menyiapkan uang kartal sebesar Rp 2 triliun, yang disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan perbankan dan masyarakat,” kata dia.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Bisnis Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Agung Dini Wahyudi Soelistyo menuturkan, selama libur Nataru, tak hanya destinasi yang diserbu wisatawan. Namun pasar-pasar tradisional juga dibanjiri wisatawan.
Ia mencontohkan, di Pasar Beringharjo yang berada di Jalan Malioboro, dalam satu hari saja bisa dijejali lebih dari 12 ribu pengunjung periode 22 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. “Jumlah itu gabungan kunjungan di lantai 1, 2, dan 3 Pasar Beringharjo,” kata dia, Senin.
Padahal, pada hari normal, rata-rata kunjungan di pasar yang terkenal dengan oleh-oleh kerajinan batik itu hanya sekitar 1.500 orang per hari. Jadi libur Nataru kali ini menunjukkan peningkatan hampir delapan kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Mayoritas pengunjung di pasar itu untuk membeli oleh-oleh khas Yogyakarta, terutama batik, busana tradisional, dan aksesori selain kuliner jajanan pasar.
Adapun terkait kunjungan wisatawan ke DIY pada masa libur Nataru kali ini,
Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi sebelumnya menyatakan tidak mencapai 7 juta orang seperti prediksi sebelumnya.
“Selama periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, kunjungan wisata ke DIY tercatat sebanyak 2,2 juta orang, jumlah ini meningkat 50 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya,” kata Imam, Senin.
Kunjungan wisatawan terbanyak di Kota Yogyakarta dengan jumlah 946.191 wisatawan, disusul Kabupaten Sleman 729.673 wisatawan, lalu Kabupaten Gunungkidul dengan 339.430 wisatawan.



















