Pengawasan Transportasi Mudik Diperketat di Kutai Timur
Polres Kutai Timur melakukan pemeriksaan terhadap bus dan travel di Terminal KM 3 Sangatta dalam rangka memastikan keselamatan masyarakat menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi Ketupat Mahakam 2026 menjadi fokus utama untuk menciptakan kondisi mudik yang aman dan minim kecelakaan.
Pengamanan tahun ini diperkuat dengan pelaksanaan operasi yang melibatkan personel kepolisian yang tidak hanya bersiaga di pos pengamanan, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kesiapan armada transportasi umum di titik-titik keberangkatan utama. Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, didampingi Kasat Lantas Rezky Nur Harismeihendra dan Kasat Reskrim Rangga Asprilla Fauzan, melakukan pemeriksaan langsung terhadap armada bus dan travel di Terminal KM 3 Sangatta.
“Kami ingin memastikan seluruh kendaraan travel dan bus yang beroperasi benar-benar dalam kondisi layak jalan. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Jangan sampai ada kendaraan yang memaksakan beroperasi namun tidak memenuhi standar keselamatan,” ujar Fauzan Arianto.
Pemeriksaan Mendetail Kendaraan
Pemeriksaan fisik kendaraan dilakukan secara mendetail, mencakup sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, serta ketersediaan alat keselamatan di dalam kabin. Selain aspek teknis, petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi sopir untuk menjamin legalitas operasional.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
Langkah preventif ini dinilai krusial karena mobilitas masyarakat Kutai Timur diprediksi meningkat tajam dalam beberapa pekan ke depan. Polisi mengantisipasi lonjakan penumpang yang berpotensi membuat sebagian penyedia jasa transportasi mengabaikan prosedur keselamatan.
“Mudik bukan sekadar perjalanan, tapi momen cinta dan kebersamaan keluarga. Kami memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman, tertib, dan nyaman,” tambah Fauzan.
Pendekatan Operasi Ketupat Mahakam 2026
Dalam Operasi Ketupat Mahakam 2026, Polres Kutim menerapkan tiga pendekatan utama, yakni strategi rekayasa lalu lintas yang adaptif, pemanfaatan teknologi pemantauan digital secara real-time, serta penguatan koordinasi lintas instansi terkait infrastruktur dan transportasi. Peringatan tegas juga diberikan kepada para sopir bus dan travel agar tidak ugal-ugalan atau mengejar target penumpang dengan mengabaikan waktu istirahat.
Faktor kelelahan pengemudi kerap menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalur poros Samarinda–Bontang–Sangatta yang memiliki arus kendaraan padat.
Edukasi dan Pengawasan Berkala
Kasat Lantas AKP Rezky Nur Harismeihendra menambahkan bahwa pengawasan berkala akan terus dilakukan hingga masa arus balik selesai. Edukasi kepada pengusaha otobus dan travel juga menjadi bagian penting dari operasi ini.
“Tujuan utamanya adalah selamat saat berangkat, aman saat berkumpul bersama keluarga, dan selamat saat kembali. Pergi dengan selamat, kembali pun harus selamat,” pungkasnya.

















