Deskripsi Lokasi dan Keunikan Air Terjun Riam Parangek
Air Terjun Riam Parangek terletak di Desa Monterado, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Lokasinya berada di kawasan perbukitan yang menjadi bagian dari paru-paru hijau Bengkayang. Berdasarkan data geografis dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Bengkayang, wilayah ini memiliki topografi berbukit-bukit dengan tingkat kemiringan yang bervariasi. Hal ini menyebabkan Kabupaten Bengkayang dianugerahi puluhan air terjun (riam), sehingga sering dijuluki sebagai “Negeri Seribu Riam”.
Untuk mencapai Riam Parangek, wisatawan dari Kota Pontianak memerlukan waktu perjalanan darat sekitar 3 hingga 4 jam. Akses jalan menuju lokasi sudah terbilang baik dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dilanjutkan dengan trekking ringan melintasi vegetasi hutan yang rindang.
Warisan Cerita Leluhur
Setiap riam di Bengkayang hampir selalu memiliki latar belakang sejarah atau legenda lokal, begitu pula dengan Riam Parangek. Menurut penuturan masyarakat setempat, nama “Parangek” diambil dari bahasa Dayak lokal. Konon, nama ini merujuk pada aktivitas para leluhur terdahulu yang kerap memanfaatkan aliran sungai ini sebagai tempat beristirahat dan membersihkan peralatan setelah berladang atau berburu. “Parangek” juga sering dikaitkan dengan karakteristik bunyi gemercik air yang khas saat menghantam bebatuan besar di dasar air terjun, yang terdengar konsisten sepanjang tahun.
Keberadaan riam ini dijaga ketat oleh hukum adat setempat, sehingga kelestarian hutan di sekitarnya tetap terjaga dari pembalakan liar atau aktivitas yang merusak lingkungan.
Keunikan Air Terjun Riam Parangek
Berbeda dengan air terjun vertikal yang menjulang sangat tinggi, Riam Parangek memiliki karakteristik berupa air terjun berundak (bertingkat) dengan aliran yang melebar. Berikut adalah beberapa keunikan utama Riam Parangek:
-
Kolam Alami yang Luas: Di bawah undakan air terjun, terbentuk kolam alami dengan air yang sangat jernih dan menyegarkan. Kedalamannya bervariasi, sehingga aman untuk aktivitas berenang atau sekadar berendam.
-
Formasi Batuan Purba: Dinding dan dasar riam dikelilingi oleh formasi batuan besar yang eksotis. Batuan ini sering menjadi spot foto favorit bagi para pencinta fotografi lanskap alam (landscape photography).
-
Suasana Reflektif dan Asri: Karena dikelilingi hutan hujan tropis yang lebat, udara di sekitar Riam Parangek sangat sejuk. Suara gemuruh air berpadu dengan kicauan burung hutan menciptakan atmosfer ketenangan yang cocok untuk healing dari penatnya rutinitas kota.
Sektor pariwisata alam seperti Riam Parangek memegang peranan penting dalam dongkrak ekonomi daerah. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu daerah dengan kontribusi objek daya tarik wisata alam (ODTW) yang cukup signifikan di Kalbar.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Bengkayang terus menunjukkan tren positif pasca-pandemi, seiring dengan gencarnya promosi digital dan perbaikan infrastruktur oleh pemerintah daerah. Pihak Pemkab Bengkayang sendiri saat ini terus mendorong pemanfaatan potensi wisata berbasis komunitas (Community Based Tourism) melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) setempat. Hal ini diharapkan dapat membuat pengelolaan Riam Parangek semakin profesional, dengan penyediaan fasilitas seperti gazebo, area berkemah (camping ground), serta toilet umum yang memadai bagi pengunjung.
Tips Berkunjung ke Riam Parangek
Bagi Anda yang tertarik berkunjung, berikut beberapa tips penting:
-
Gunakan Kendaraan yang Fit: Pastikan kendaraan dalam kondisi prima karena beberapa titik menuju area parkir memiliki kontur menanjak.
-
Jaga Kebersihan: Selalu bawa kembali sampah logistik Anda. Kelestarian Riam Parangek adalah tanggung jawab bersama.
-
Waktu Terbaik: Datanglah pada pagi hari saat cuaca cerah untuk mendapatkan pencahayaan terbaik untuk berfoto dan menikmati kesegaran air yang maksimal.
Yuk, agendakan akhir pekan Anda bersama keluarga atau sahabat untuk menikmati eksotisme Air Terjun Riam Parangek di Kabupaten Bengkayang!





















