Marine Cruise Yogyakarta Lembaga Berlegalitas Terakreditasi Penyelenggara Pelatihan Hingga Pemberangkatan Kerja Kapal Pesiar dan Hotel Internasional. Marine Cruise Jogya,marine cruise yogyakarta,marine cruise Yogya,sekolah kapal pesiar,Kerja kapal pesiar ,sekolah kapal pesiar Yogyakarta,pelatihan singkat kapal pesiar,sekolah jaminan kerja kapal pesiar,magang kerja hotel luar negeri,agency resmi kapal pesiar,
CARA DAFTARDaftar ONE GATE SYSTEM (Program Pelatihan hingga Penyaluran Kerja)
banner 728x250

Bupati Sigi Kembangkan Wisata Budaya Lokal

Festival Utadada 2026: Pesta Budaya dan Kuliner di Desa Balane

Festival Utadada 2026 yang digelar di Desa Balane, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, menjadi ajang penting dalam memperkenalkan budaya dan kuliner lokal. Acara ini tidak hanya menampilkan atraksi seni dan budaya, tetapi juga menyajikan makan bersama sebanyak 1.000 porsi Utadada Ayam, kuliner khas masyarakat setempat.

Ribuan warga hadir dalam acara yang berlangsung pada Senin (1/6/2026). Mereka menyaksikan berbagai pertunjukan budaya, serta mencicipi hidangan tradisional yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi tinggi. Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyampaikan bahwa festival ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya lokal.

Potensi Wisata dan Budaya di Kecamatan Kinovaro

Bupati Rizal menyoroti potensi wisata yang dimiliki Kecamatan Kinovaro, termasuk destinasi ikonik seperti Tangga Seribu. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya serta mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Kekayaan budaya yang ada di daerah kita adalah aset besar yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan agar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam sambutannya.

Utadada Ayam sebagai Warisan Budaya

Utadada Ayam, yang menjadi pusat perhatian festival, dinilai memiliki nilai budaya yang kuat sekaligus potensi ekonomi yang menjanjikan. Bupati menilai bahwa pelestarian kuliner tradisional bukan hanya tentang menjaga identitas budaya, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Utadada ayam merupakan warisan budaya yang harus kita pertahankan dan kembangkan. Ini menjadi ciri khas daerah kita yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Agenda Festival Budaya dan Wisata Berkelanjutan

Tidak hanya berhenti pada Festival Utadada, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menyiapkan sejumlah agenda festival budaya dan wisata yang akan digelar secara rutin di berbagai kecamatan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Festival Budaya Tomarabola di Kecamatan Marawola pada Desember mendatang
  • Festival Nokilalaki pada September
  • Festival Danau Lindu
  • Festival Ikan Mujair di Kecamatan Dolo

Bupati berharap pelaksanaan festival ke depan dapat dipadukan dengan lokasi-lokasi wisata yang memiliki nilai sejarah dan budaya sehingga memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi pengunjung.

Capaian Pemerintah Kabupaten Sigi

Selain membahas pengembangan budaya dan pariwisata, Rizal juga menyampaikan capaian Pemerintah Kabupaten Sigi yang baru saja menerima penghargaan nasional dalam pengendalian inflasi daerah. Atas prestasi tersebut, Kabupaten Sigi memperoleh insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, pelaku usaha, petani, dan masyarakat yang telah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Sigi,” ungkapnya.

Partisipasi dan Harapan Masa Depan

Pembukaan Festival Utadada 2026 turut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sigi, Anggota DPRD Pasangkayu, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai komunitas budaya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mendukung upaya pelestarian budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Melalui pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan UMKM, kita berharap dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Sigi,” pungkasnya.

Festival Utadada 2026 dijadwalkan berlangsung hingga dini hari dengan rangkaian tarian penyambutan, pertunjukan seni budaya, makan bersama 1.000 porsi Utadada Ayam, serta konser musik yang menjadi penutup kegiatan. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal menjadikan Utadada sebagai salah satu ikon kuliner unggulan Kabupaten Sigi yang dikenal luas di Indonesia.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *