Pencarian Pendaki Hilang di Lereng Gunung Lawu Dihentikan.Operasi pencarian Yasid Ahmad Firdaus, seorang pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, resmi ditutup pada Sabtu, 31 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama 13 hari tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Yasid Ahmad Firdaus, berusia 26 tahun, merupakan warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Ia dilaporkan terpisah dari rombongan saat turun gunung usai melakukan pendakian di Bukit Mongkrang pada Ahad, 18 Januari 2026 lalu.
Proses Pencarian yang Dilakukan
Kepala Sub Seksi Operasi Kantor Basarnas Surakarta, Basuki, mengonfirmasi penutupan operasi pencarian pendaki hilang di kawasan bukit di lereng Gunung Lawu itu. Menurutnya, keputusan penghentian operasi SAR diambil dengan sangat berat setelah mempertimbangkan hasil pencarian sejak hari pertama hingga hari terakhir yang tidak menunjukkan adanya petunjuk baru.
“Pada sore hari ini, mengingat dan mempertimbangkan hasil pencarian dari hari pertama sampai sekarang tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan saudara kita, Yasid Ahmad Firdaus, maka operasi SAR kami nyatakan ditutup,” ujar Basuki saat dihubungi Tempo, Sabtu sore.
Sebelum keputusan tersebut diambil, Basuki mengatakan Basarnas telah berkoordinasi dengan tim SAR gabungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, keluarga korban, serta unsur Muspika Kecamatan Tawangmangu. Rapat koordinasi juga melibatkan Komando Distrik Militer (Kodim) Karanganyar, Kepolisian Resor atau Polres Karanganyar, serta pengelola basecamp pendakian Bukit Mongkrang.
“Penutupan ini dilakukan setelah kami berembuk bersama Dandim (Komandan Kodim), Kapolres (Kepala Polres Karanganyar), pengelola basecamp, relawan, dan keluarga korban. Selama 13 hari pencarian, upaya yang dilakukan sudah maksimal,” kata Basuki.
Perpanjangan Operasi Pencarian
Sebelumnya, operasi pencarian sempat diperpanjang selama tiga hari setelah hari ke-10, menyusul hasil evaluasi bersama antara BPBD Karanganyar, Basarnas, TNI-Polri, relawan, dan keluarga korban. Fokus pencarian diarahkan ke sekitar Pos 3 jalur pendakian Bukit Mongkrang setelah tim mencium bau mencurigakan di area tersebut.
Dalam operasi pencarian di hari ke-11, tim sempat menemukan titik-titik yang dicurigai dengan terciumnya aroma menyengat dan menemukan lalat di area sekitar Candi 1 dan puncak Pos Candi 1. Namun, hasil operasi pada hari itu juga nihil. Termasuk hingga hari ke-13 ini.
Kendala dalam Operasi Pencarian
Tim SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan, antara lain cuaca ekstrem berupa kabut tebal dan angin kencang, serta kondisi vegetasi yang lebat dan medan terjal yang menyulitkan proses penyisiran.
Selama operasi berlangsung, ratusan personel gabungan dikerahkan, termasuk dari Basarnas, BPBD, relawan pecinta alam, TNI-Polri, serta tim dengan keahlian teknik vertikal. “Operasi pencarian selama 13 hari sudah dilaksanakan semaksimal mungkin namun hasilnya nihil,” ucap Basuki.



















