Perubahan Gate yang Sering Terjadi Saat Bepergian dengan Pesawat
Setiap kali melakukan perjalanan udara, penumpang biasanya akan menerima informasi mengenai gate atau gerbang keberangkatan yang tercantum dalam tiket. Namun, pada kenyataannya, informasi tersebut sering berubah ketika penumpang tiba di bandara. Perubahan ini bisa terjadi tanpa adanya penjelasan dari pihak maskapai atau bandara.
Ada beberapa alasan mengapa gate bisa berubah. Ivaylo Danailov, CEO spesialis hak penumpang udara SkyRefund, menjelaskan bahwa penyebab utamanya biasanya adalah pergantian pesawat di menit-menit terakhir karena masalah mekanis atau penundaan tak terduga pada penerbangan masuk yang menggunakan gerbang yang direncanakan.
“Perubahan gerbang keberangkatan, terutama yang mendadak terjadi pada penumpang di menit-menit terakhir, merupakan masalah besar dalam perjalanan udara,” ujar Danailov.
Ia juga menjelaskan bahwa penundaan dan kemacetan di udara menyebabkan pesawat sering kali tiba lebih awal atau lebih lambat dari jadwal semula. Ketika sebuah penerbangan tiba terlambat, gerbang yang semula akan digunakan mungkin sudah dialihkan ke penerbangan lain yang akan datang. Hal ini dapat menciptakan efek domino karena bandara mencoba mengatur ulang penugasan untuk mengakomodasi semua penerbangan secepat mungkin.
Tidak hanya penundaan, perubahan gerbang juga bisa disebabkan karena arahan kontrol lalu lintas udara, kekurangan staf yang tidak terduga, atau bahkan penyesuaian kecil untuk mengoptimalkan arus bandara dapat memicu efek domino, yang memerlukan perubahan gerbang. Alur logistik yang kompleks ini, kata Danailov, jika ada satu kesalahan langkah dapat mengacaukan seluruh rangkaian.
Penentuan Gate oleh Pihak Bandara
Penentuan gate ditentukan oleh pihak bandara. Jika ada perubahan, itu berkaitan dengan masalah teknis atau keselamatan yang perlu diselesaikan. Bjørn Erik Barman-Jenssen, CEO penanganan darat di Scandinavian Airlines, menjelaskan bahwa bandara memiliki jumlah jembatan penghubung dan tempat parkir pesawat yang terbatas. Ketika banyak penerbangan tiba atau berangkat dalam jangka waktu yang sama, rencana gerbang harus disesuaikan.
Selain itu, jenis dan kapasitas pesawat juga dapat berperan. Tidak semua gerbang dapat menampung semua pesawat, dan seringkali ada banyak logistik yang terlibat, terutama di bandara tersibuk. “Jumlah gerbang sering disesuaikan secara real-time, berdasarkan faktor-faktor seperti penanganan bagasi, pemuatan, dan kebutuhan pembersihan,” katanya.
Barman-Jenssen menambahkan dalam beberapa kondisi, pesawat dapat meminta gerbang yang berbeda karena beberapa alasan. Misalnya, sebuah pesawat mungkin meminta gerbang tertentu untuk membantu kelancaran dan kecepatan transfer bagi penumpang dengan waktu transit yang singkat, jika diperkirakan akan terjadi keterlambatan kedatangan.
Faktor Utama dalam Penentuan Gate
Matthew Cornelius, wakil presiden eksekutif Airports Council International North America, menjelaskan salah satu faktor penentu utama dalam penentuan gate adalah ukuran pesawat yang mengoperasikan penerbangan tersebut.
“Gerbang dirancang dan dibangun berdasarkan jenis pesawat, jadi tidak setiap gerbang dapat menampung setiap jenis pesawat,” katanya.
Pesawat umumnya diklasifikasikan menjadi pesawat berbadan sempit dan berbadan lebar. Gerbang untuk pesawat berbadan lebar, seperti namanya, membutuhkan lebih banyak ruang, dan gerbang tersebut cenderung berada lebih jauh atau di ujung arena karena ada lebih banyak ruang untuk pesawat yang lebih besar.
Kontrak maskapai penerbangan juga berperan dalam menentukan di mana pesawat dapat parkir. Cornelius mengatakan kontrak bandara dengan maskapai penerbangan berada pada spektrum dari “penggunaan eksklusif,” di mana satu maskapai penerbangan memiliki akses hampir sepenuhnya ke gerbang tertentu, hingga “penggunaan bersama,” di mana operator bandara memiliki kendali penuh atas penggunaan gerbang dan dapat menugaskannya kepada maskapai penerbangan mana pun sesuai kebutuhan.
Tips Menghindari Keterlambatan Akibat Perubahan Gate
Perubahan gate cukup sulit diprediksi dan sebagian besar di luar kendali penumpang. Agar tidak ketinggalan penerbangan karena perubahan gate, penumpang dapat mengunduh aplikasi resmi maskapai penerbangan yang digunakan dan aktifkan notifikasi push. Dengan cara ini, penumpang akan mendapatkan notifikasi teks dan dalam aplikasi jika terjadi perubahan gerbang.

















